TangselCity

Ibadah Haji 2024

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers SinPo

Prabowo Ingin Banteng Masuk Koalisi

Laporan: AY
Rabu, 17 April 2024 | 08:29 WIB
Foto : Ist
Foto : Ist

JAKARTA - Niat Presiden Terpilih Prabowo Subianto untuk merangkul PDIP dalam pemerintahannya nanti tidak basa-basi. Dalam halal bihalal dengan Wapres Terpilih Gibran Rakabuming Raka, Prabowo membahas peluang masuknya Banteng dalam koalisi.
Hal itu diceritakan Gibran kepada wartawan, usai halal bihalal di lingkungan Pemerintah Kota Solo, Jawa Tengah, Selasa (16/4/2024). “Kami sempat membahas itu juga saat halal bihalal kemarin. Segala kemungkinan ada,” ungkap Wali Kota Solo tersebut.
Gibran melakukan halal bihalal dengan Prabowo di hari pertama Lebaran. Saat itu, usai menggelar open house di Rumah Dinas Loji Gandrung Solo, Gibran bersama istrinya, Selvi Ananda, dan kedua anaknya, Jan Ethes serta La Lembah Manah, berkunjung ke rumah Prabowo, di Kertanegara, Jakarta Selatan.
Gibran menerangkan, dalam pertemuan itu, dirinya dan Prabowo juga membahas mengenai penentuan koalisi di pemerintahan selanjutnya. Hanya saja, putra sulung Presiden Jokowi ini, enggan menyebut partai mana yang akan bergabung ke koalisi. "Ada pembicaraan beberapa tentang itu," ungkapnya.

Ketika ditanya mengenai rencana pertemuan antara Prabowo dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Gibran tidak memberikan jawaban secara rinci. “Ya, nanti kami update lagi,” ucapnya.
Sebelumnya, Prabowo mengemukakan keinginan untuk merangkul semua pihak untuk menjadi bagian dari pemerintahannya. Menurut Ketua Umum Partai Gerindra ini, untuk membangun Indonesia yang lebih baik dibutuhkan bantuan semua pihak.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang menjadi Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, mendukung penuh hal tersebut. Airlangga menyatakan, Golkar juga mendukung rencana pertemuan antara Megawati dan Prabowo, yang dianggapnya sebagai langkah positif dalam membangun bangsa secara gotong royong.

Pertemuan seperti ini sangat baik,” ujar Airlangga, seusai Salat Idul Fitri, di Masjid Ainul Hikmah, DPP Partai Golkar, Slipi Jakarta, Rabu (10/4/2024).

Airlangga mengungkapkan, partai pengusung Prabowo-Gibran terbuka untuk partai lain yang ingin bergabung, termasuk PDIP. Oleh karena itu, pertemuan antara Prabowo dan Megawati kemungkinan besar turut membahas soal koalisi ke depannya. “Prinsipnya, Koalisi Indonesia Maju terbuka,” tegas Airlangga.
Namun, PDIP belum memberikan tanda-tanda membuka diri. Mengenai rencana Megawati bertemu Prabowo pun, PDIP tidak mau buru-buru. Politisi PDIP yang juga Juru Bicara Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Chico Hakim, menyatakan, jika pun ada, pertemuan Megawati-Prabowo baru bisa digelar setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas sengketa hasil Pilpres 2024, pada 22 April nanti.
Chico menyatakan, pertemuan Megawati dan Prabowo bukanlah hal yang luar biasa. Sebab, keduanya telah memiliki hubungan baik dan tidak ada masalah mendasar di antara mereka.
“Begitu juga, hubungan antara PDIP dan Gerindra terjalin dengan baik meskipun baru-baru ini kita baru saja menyelesaikan Pemilu 2024," jelas Chico, Selasa (9/4/2924).

Mungkinkah PDIP mau bergabung dengan pemerintahan Prabowo? Direktur Eksekutif Trias Politika Agung Baskoro menyatakan, hal itu tergantung dari pertemuan Prabowo dengan Megawati. Untuk pertemuan, Agung menyatakan, kemungkinan terjadi setelah putusan MK.
“Peluang pertemuan Megawati-Prabowo mengemuka dan bakal terealisasi setelah proses di MK selesai,” ujarnya, Selasa malam (16/4/2024).
Agung melanjutkan, secara institusional relasi antara PDIP dengan Gerindra mengalami pasang surut. PDIP dan Gerindra sempat berkoalisi pada Pilpres 2009, lalu berseberangan pada Pilpres 2014 dan 2019. Kemudian mesra dari akhir 2019 sampai akhir 2023. Selanjutnya, berseberangan lagi di Pilpres 2024.
Namun, lanjut Agung, secara personal, Megawati dan Prabowo mempunyai hubungan baik. "Megawati dan Prabowo punya hubungan yang sangat baik jauh sebelum Presiden Jokowi menjadi elite politik,” pungkasnya.

Komentar:
Eka Hospital
Bapenda
ePaper Edisi 29 Mei 2024
Berita Populer
03
04
Datangkan Pemain ke-12, Sparta Usir Habib FC

Olahraga | 2 hari yang lalu

05
06
09
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo